Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/prithakh/public_html/wp-includes/cache.php on line 35

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/prithakh/public_html/wp-includes/query.php on line 15

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/prithakh/public_html/wp-includes/theme.php on line 505
CeRiTa PriTh@ » Gak Boleh kuliah Jauh dari Ortu & Pacar beda prinsip

CeRiTa PriTh@

February 16th, 2009

Gak Boleh kuliah Jauh dari Ortu & Pacar beda prinsip

Posted by Pritha Khalida in kotak curhat

Teh Pritha…
maaf ni kalo aku sksd ma teteh….
Soalnya mau gimana lagi, aku dah nganggap teteh tuh kakak dari dulu… hehehe

Teh, aku lagi sedih nih… ga boleh kuliah jauh-jauh apalagi beda kota ma mamah… Padahal aku pengen banget kuliah di universitas yang ada fakultas psikologinya. Di kotaku sini ga ada teh…

Makanya aku bingung banget….
Mama ga percaya ma aku, apalagi aku juga punya masalah biaya.
Aku juga bukan orang yang pinter-pinter amat, so dapetin beasiswa juga ga mungkin.

Aku tau kalo aku ga bakal pergi jauh, makanya aku pengen tau caranya ngilangin rasa ga enak kuliah di jurusan yang gak aku sukai.

Satu lagi teh….hehehe!

Aku lagi suka banget ma cowok. Emang sih bertepuk sebelah tangan, aku pun emang nyadar kalo aku ga akan dapetin dia…Dan aku juga ga pengen deket ma dia, karna dia ga seiman. Tapi yang jadi masalah, dari dulu aku tuh kalo udah suka ma co,susah bencinya…

Gimana sih biar bisa ngilangin perasaan ini????

Miss NP, somewhere

Kata Pritha

Dear Miss NP…

Masalah pertama kamu adalah jurusan kuliah. Oke qta bahas duluan yaa…

Berbeda pendapat dengan orangtua mengenai hal ini memang nggak enak, apalagi kalau kita nggak punya ‘modal’ untuk mempertahankan apa yang diinginkan (baca: masih minta biaya untuk kuliah pada ortu).

Sebelum benar-benar ‘menyerah’ dengan mengikuti kemauan ortu, ada beberapa kemungkinan solusi yang bisa kamu pertimbangkan dalam hal ini:

1. Keukeuh kuliah di jurusan psikologi di luar kota, tapi mengambil kelas ekstensi (kelas malam/karyawan), dimana pagi harinya kamu bisa bekerja untuk mendapatkan tambahan biaya kuliah plus akomodasi di kota tersebut.

2. ‘Mengalah’ dengan mengikuti jurusan yang disarankan mama kamu (carilah ilmu sosial yang bisa diterima di program S2 Psikologi) dan kelak jika kamu sudah mapan, bisa melanjutkan S2 jurusan psikologi.

Bukan pilihan yang mudah memang.
Untuk yang pertama, kamu harus mendapatkan pekerjaan yang bergaji ‘lumayan’ karena kuliah di jurusan psikologi sekarang ini tidak murah (uang masuk, buku, praktikum dsb)+biaya hidup di luar kota. Disamping itu juga kuliah psikologi di semester awal memiliki kurikulum yang padat, sehingga akan menyulitkan jika disambi dengan pekerjaan yang full time.

Sementara pilihan kedua mengundang resiko putusnya kuliah kamu di tengah jalan, karena bidangnya tidak kamu minati. Sehingga bikin kamu malas-malasan dan nggak termotivasi.

Sejauh ini, yang memungkinkan adalah pilihan kedua. Untuk mengatasi rasa nggak enak karena kuliah di jurusan yang tidak diminati sebenarnya ada beberapa tips, antara lain:
1. Coba deh pelajari masa depan dari mata kuliah tersebut. Bisa jadi kuliahnya nggak asyik, bikin boring…tapi kalau karirnya mantap, kan nggak ada salahnya bersusah-susah dulu 
2. Kalo masa depannya juga terlihat ‘biasa aja’, coba cari hal yang menarik dari kampus tersebut. Misalnya aja ekskulnya. Mungkin banget tuh kamu bisa gabung di salah satu ekskul yang sesuai banget sama minat kamu. Yaa minimal hal ini bisa mendongkrak motivasi saat lagi malas atau jenuh kuliah.
3. Ini adalah jurus pamungkas. Lakukanlah hal ini sebagai tanda cintamu pada ortu. Bayangin betapa bertahun-tahun mama membesarkan kamu tanpa kenal lelah. Dengan begitu, insya Allah kuliah di jurusan pilihan mama (plus masih satu kota pula!) nggak akan terasa memberatkan.

Namun kembali bahwa kamu yang akan menjalani hal ini, maka pikirkan lah baik-baik dengan matang ya, non…


Next, masalah pacar.

Aduh Non, rasanya ini lebih ‘mudah’ lho! Coba bayangkan, saat ini aja kamu udah bertepuk sebelah tangan. Gimana nantinya? Bisa jadi kalau pun suatu saat cowok itu suka ama kamu, itu karena faktor ‘kasian’. Nggak banget kan, digituin?

Jadi, mendingan kamu mulai mundur aja pelan-pelan. Apalagi udah jelas lah kalo beda keyakinan tuh nyambungnya susaaah.

Tapi sebaliknya, kalau kamu mau bersusah-payah ‘menggapai’ si cowok yang susah bencinya itu… yaa just go for it. Dengan risiko, kemungkinan keluarga gak mendukung (karena perbedaan agama)

Mengenai cara melupakan… perbanyaklah bergaul dengan berbagai kalangan, jenis kelamin, usia dsb. Insya Allah lah proses untuk melupakan dia akan lebih cepat. Dan manatau justru kamu bisa menemukan jodoh yang lebih baik (plus gak bertepuk sebelah tangan).

Okey yaa…sip? Sok atuh berdoa untuk mendapatkan yang terbaik, ya kuliah ya pacar! Smangat!

Regards,

Pritha Khalida

Leave a reply