<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.1" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>CeRiTa PriTh@</title>
	<link>http://prithakhalida.com</link>
	<description>kumpulan cerpen yang kadang lucu, haru, tapi lebih sering garing kayak kerupuk...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Dec 2008 14:38:00 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Buku Harian Acit</title>
		<description>                                                  ...</description>
		<link>http://prithakhalida.com/2008/12/10/buku-harian-acit/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pernikahan Impian Fitta</title>
		<description>                                                  ...</description>
		<link>http://prithakhalida.com/2008/11/28/pernikahan-impian-fitta/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Mrs. Clean</title>
		<description>                                                  ...</description>
		<link>http://prithakhalida.com/2008/08/28/mrs-clean/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pada KM 57</title>
		<description>
Aku duduk di sudut sebuah restoran siap saji yang terletak di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Nanar kupandangi jalanan di luar kaca. Puluhan kendaraan lalu-lalang di sana. Mereka saling menyalip satu sama lain, seolah sedang mengejar sesuatu. Ah, apa sih yang tak perlu dikejar di kota ini? Semuanya membutuhkan kecepatan yang ...</description>
		<link>http://prithakhalida.com/2008/04/01/pada-km-57/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bayu…oh Bayu…</title>
		<description>









                                                                                               Pritha Khalida 

Sekali lagi aku mematut-matut diri di hadapan cermin berukuran satu meter yang terpasang pada lemari kayu di sudut kamarku. Disana kulihat ada pantulan seorang gadis remaja yang tampak serasi sekali dengan kemeja putih dan rok abu-abu. Hmmh, menurutku sih rok sepanjanglima senti di bawah lutut ini agak ...</description>
		<link>http://prithakhalida.com/2007/10/08/bayu%e2%80%a6oh-bayu%e2%80%a6/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kucing Kucing Rayya</title>
		<description>











                                                                                                    





                                                                                           

                                                                                    Pritha Khalida                        





“Haatsyi!” untuk kesekian kalinya aku bersin pagi ini. Ergh! Ini pasti gara-gara peliharaan gadis sok ‘pintar-cantik-lugu’ itu.            

Namanya Rayya. Dia adik tiri yang baru saja kudapatkan setelah Papa menikah lagi sama tante Renata. Umurnya enam belas, tepat satu tahun di bawahku. Tapi karena dia pernah masuk kelas akselerasi, ...</description>
		<link>http://prithakhalida.com/2007/08/24/kucing-kucing-rayya/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Mesin Waktu</title>
		<description>
                                                                                                  



             























                                                                                       





                                                                                       Pritha Khalida

Bruk!            

Aku melemparkan map yang berisi file proposal skripsiku yang sudah penuh dengan tulisan bertinta merah-perbaikan dari dosen pembimbingku yang super-perfeksionis itu. Mesti kembali hari senin jika ingin seminar semester ini, begitu pesan dosenku sebelum kami berpisah di lorong kampus tadi.            

Kerjaan bertambah lagi… Artinya, aku kembali nggak ...</description>
		<link>http://prithakhalida.com/2007/08/08/mesin-waktu/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Nama Saya Titin</title>
		<description>            



      






Pritha Khalida
      Perempuan berusia empat puluhan di hadapanku tampak serius membuka-buka map. Sesaat ia mengamatiku, menaikkan kacamata silindrisnya hingga tepat di pangkal hidung.            

 “Nama lengkap saudara?”            

“Titin, Bu.” Jawabku dengan sopan.            

“Lengkapnya?”                     

“Tidak ada, Bu. Hanya Titin.”            

“Hmmm…Perusahaan kami membutuhkan seorang sekretaris yang ulet, disiplin dan menguasai bahasa Inggris pasif ...</description>
		<link>http://prithakhalida.com/2007/07/30/nama-saya-titin/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Cinta Yang Sempurna</title>
		<description>






                                                                                                         


Pritha Khalida


Aku mencintai ibuku, lebih dari apapun yang kumiliki di dunia ini.   Ibu begitu berarti untukku. Bukan hanya karena rahimnya telah kutempati selama lebih dari sembilan bulan, dan air susunya kering untukku. Bukan hanya karena itu, aku mencintainya. Ibuku kucintai dan kuhormati lebih dari sekedar itu. Ibu bagaikan ...</description>
		<link>http://prithakhalida.com/2007/07/18/cinta-yang-sempurna/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Cinta Sederhana</title>
		<description>
  


                                                                                              

   Pritha Khalida 
            
              Malam pertama. Aku nggak ngerti, kenapa sekarang ini kasus-kasus perselingkuhan makin marak dan variatif saja. Dunia mungkin mulai terbalik, atau berubah bentuk jadi jajaran genjang. Saat penghuninya sudah nggak ada yang peduli dan menghargai arti ketulusan sebuah cinta sejati. Well, bilang aku pemimpi. Atau bilang aku ...</description>
		<link>http://prithakhalida.com/2007/06/27/cinta-sederhana/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
